SEMARANG 22 Juli 2026 – Universitas Nasional Karangturi bersama Marifood terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui implementasi Program Praktik Kewirausahaan (PPK). Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi produk sekaligus memperoleh pengalaman langsung dalam dunia industri.
Kolaborasi ini berhasil menunjukkan hasil yang positif, ditandai dengan capaian target penjualan yang telah terlampaui. Sebagai bentuk apresiasi atas proses pembelajaran tersebut, mahasiswa Universitas Nasional Karangturi mempresentasikan berbagai produk kreatif hasil pengembangan selama mengikuti program.
Bertempat di Aula Marifood , Koordinator Kewirausahaan Universitas Nasional Karangturi, Anoki Herdian, menjelaskan bahwa Program Praktik Kewirausahaan dilaksanakan selama satu semester dengan mengintegrasikan pembelajaran akademik dan pendampingan dari pihak industri. Mahasiswa mendapatkan pengalaman menyeluruh, mulai dari proses riset dan pengembangan produk (Research and Development/R&D), perancangan kemasan, hingga penyusunan strategi pemasaran digital.
Empat Tim Mahasiswa Tampilkan Produk Inovatif Berbasis Produk Marifood

Sebagai puncak kegiatan, program menghadirkan sesi Product Pitching yang diikuti oleh empat kelompok terbaik dari total 24 kelompok peserta. Pada tahap ini, setiap kelompok mempresentasikan produk inovatif yang dikembangkan melalui pemanfaatan berbagai produk unggulan PT Marifood.
Kelompok Njajan memperkenalkan produk arem-arem udang keju dengan memanfaatkan Kongbap, nasi multigrain sebagai bahan utama. Sementara itu, kelompok Pudlova mengembangkan dessert pudding yang dipadukan dengan produk Indosedap dan Marioppa untuk memperkuat cita rasa.
Inovasi lainnya ditampilkan oleh kelompok Saycheese yang menghasilkan cookies keju berbahan Marioppa, sedangkan kelompok Puffology menghadirkan produk pastry dengan menggunakan creamer dari Indosedap.

Menurut Anoki Herdian, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan produk-produk Marifood sebagai bahan baku, tetapi juga memberikan pendampingan intensif dari para praktisi industri. Selama program berlangsung, mahasiswa memperoleh pembinaan secara langsung mengenai pengembangan produk, desain kemasan yang menarik, serta penerapan strategi pemasaran digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Puncak dari rangkaian program, ada kegiatan Product Pitching yang diikuti oleh 4 kelompok terbaik dari total 24 kelompok,”
Anoki Herdian
Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menciptakan lulusan yang memiliki daya saing tinggi. Menurutnya, program tersebut membuktikan bahwa kolaborasi berkelanjutan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman praktis, kemampuan berinovasi, serta jiwa kewirausahaan yang siap menghadapi tantangan dunia industri dan menciptakan peluang usaha baru.
Perwakilan Marifood, Sebastian Gary, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus membuka peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa didorong untuk menghasilkan berbagai produk inovatif dengan memanfaatkan bahan-bahan dari PT Marifood.
Ia menegaskan bahwa Marifood menyambut baik kolaborasi bersama dunia pendidikan sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan kreativitas, inovasi, dan kompetensi kewirausahaan generasi muda.
“Marifood sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan dunia pendidikan, khususnya dalam mendampingi mahasiswa menghasilkan produk-produk inovatif menggunakan bahan dari Marifood,”
Sebastian Gary


