150 Tahun Boen Hian Tong: Merayakan Tradisi, Mengenang Gus Dur dan Memajukan Toleransi di Pecinan Semarang
Suasana di Gang Pinggir No. 31, Kranggan, tampak berbeda pada Selasa (03/03/2026). Gedung perkumpulan Boen Hian Tong (Rasa Dharma) yang bersejarah menjadi titik temu bagi berbagai lapisan masyarakat dalam sebuah perayaan multi-peristiwa yang sarat makna.
Tahun ini merupakan tonggak sejarah yang istimewa. Selain memperingati HUT ke-150 Boen Hian Tong, acara ini dirangkaikan dengan Peringatan Cap Go Meh, Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aksi sosial pembagian takjil dan buka puasa bersama lintas agama.
Simbol Harmoni di Ruang Akulturasi

Sejak sore hari, halaman gedung dipenuhi oleh warga dari berbagai latar belakang etnis dan agama. Kehadiran tokoh-tokoh lintas iman mempertegas peran Boen Hian Tong selama satu setengah abad sebagai wadah pemersatu, bukan sekadar organisasi sosial-budaya Tionghoa.
Rangkaian Kegiatan Utama

Acara berlangsung khidmat namun meriah dengan beberapa agenda penting:
- Peringatan HUT ke-150 Boen Hian Tong: Refleksi perjalanan panjang organisasi dalam menjaga warisan budaya di Semarang.
- Haul Gus Dur: Doa bersama lintas iman untuk mengenang warisan pemikiran dan perjuangan kemanusiaan beliau.
- Cap Go Meh Berbagi: Penutupan rangkaian Tahun Baru Imlek dengan semangat gotong royong.
- Solidaritas Ramadan: Pembagian takjil di depan gedung kepada masyarakat umum, dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh komunitas lintas etnis dan agama.
Kesegaran dalam Kebersamaan: Peran Marifood
Kemeriahan acara ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak yang peduli pada nilai toleransi. Marifood, melalui produk unggulannya Marimas, turut ambil bagian dalam menyukseskan gelaran ini.
Kehadiran Marimas tidak hanya menjadi penyegar bagi para tamu undangan dan peserta acara di tengah cuaca Semarang, tetapi juga menjadi bagian penting dalam aksi sosial. Produk Marimas dibagikan secara luas sebagai menu takjil yang praktis dan menyegarkan bagi warga sekitar yang menjalankan ibadah puasa, menambah kehangatan suasana berbagi di depan gedung Rasa Dharma.
Pesan Persatuan dari Harjanto Halim

Ketua Boen Hian Tong, Harjanto Halim, menegaskan bahwa usia 150 tahun adalah momentum refleksi sekaligus peneguhan arah.
“Seratus lima puluh tahun bukan perjalanan yang pendek. Boen Hian Tong berdiri bukan hanya untuk komunitas Tionghoa, tetapi untuk kebersamaan yang lebih luas. Kami ingin terus menjadi rumah kebajikan, ruang dialog, dan jembatan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa satu setengah abad Boen Hian Tong adalah bukti nyata bahwa tradisi dapat berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan yang universal.
All photos taken by @suwitowito21

